Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK): Mengaktifkan Partisipasi Wanita dalam Pembangunan Indonesia

Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK): Mengaktifkan Partisipasi Wanita dalam Pembangunan Indonesia

Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK): Mengaktifkan Partisipasi Wanita dalam Pembangunan Indonesia

Edukasi Desa - Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK): Mengaktifkan Partisipasi Wanita dalam Pembangunan Indonesia - Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK), singkatan dari Pembinaan Kesejahteraan Keluarga, adalah sebuah organisasi kemasyarakatan yang bertujuan untuk memberdayakan wanita dan melibatkan mereka dalam upaya pembangunan di Indonesia. Dalam melaksanakan misinya, PKK mengembangkan 10 Program Pokok yang merupakan kebutuhan dasar manusia. Program-program ini mencakup aspek penting dalam kehidupan keluarga, mulai dari nilai-nilai pancasila hingga perencanaan sehat dan kelestarian lingkungan hidup.

Sejarah PKK

Gerakan PKK dimulai dari seminar Home Economic yang diadakan di Bogor pada tahun 1957. Seminar ini memunculkan kebutuhan akan pembangunan kesejahteraan keluarga di Indonesia. Pada tahun 1961, panitia penyusunan tata susunan pelajaran pada Pendidikan Kesejahteraan Keluarga (PKK), bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan dan kementerian-kementerian lainnya, menyusun 10 aspek kehidupan keluarga yang menjadi dasar gerakan PKK.

Pada tahun 1967, gerakan PKK mulai diperkenalkan secara luas di masyarakat oleh istri Gubernur Jawa Tengah saat itu, Ibu Isriati Moenadi. Ia tergerak oleh kondisi masyarakat yang menderita busung lapar. Sejak itu, gerakan PKK berkembang di seluruh Indonesia dengan membentuk Tim Penggerak PKK di semua tingkatan, yang anggotanya terdiri dari tokoh masyarakat, istri kepala dinas/jawatan, serta istri kepala daerah hingga tingkat desa dan kelurahan.

Pada tanggal 27 Desember 1972, Menteri Dalam Negeri mengeluarkan surat kawat yang mengubah nama "Pendidikan Kesejahteraan Keluarga" menjadi "Pembinaan Kesejahteraan Keluarga" di seluruh Indonesia. Tanggal tersebut kemudian ditetapkan sebagai "hari kesatuan gerak PKK" yang diperingati setiap tahun.

10 Program Pokok PKK

1. Penghayatan dan Pengamalan Pancasila

Program ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan pengamalan nilai-nilai Pancasila sebagai dasar negara Indonesia dalam kehidupan sehari-hari.

2. Gotong Royong

Program ini mengajarkan pentingnya gotong royong dalam membangun kebersamaan dan solidaritas di masyarakat.

3. Pangan

Program ini berfokus pada upaya peningkatan ketahanan pangan keluarga melalui peningkatan produksi, pengolahan, dan konsumsi pangan yang sehat dan bergizi.

4. Sandang

Program ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan sandang keluarga dengan mengembangkan keterampilan menjahit, mengelola usaha pakaian, dan mempromosikan budaya berpakaian yang sopan.

5. Perumahan dan Tatalaksana Rumah Tangga

Program ini berfokus pada pembangunan rumah yang layak huni dan peningkatan kemampuan keluarga dalam mengatur rumah tangga yang sehat dan berkeadilan gender.

6. Pendidikan dan Keterampilan

Program ini memberikan akses dan kesempatan yang sama bagi anggota keluarga untuk mendapatkan pendidikan dan keterampilan guna meningkatkan kualitas hidup mereka.

7. Kesehatan

Program ini mempromosikan kesehatan keluarga melalui penyuluhan tentang kesehatan reproduksi, pola hidup sehat, dan pencegahan penyakit.

8. Pengembangan Kehidupan Berkoperasi

Program ini mendorong anggota keluarga untuk berpartisipasi dalam kegiatan koperasi guna meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan keluarga.

9. Kelestarian Lingkungan Hidup

Program ini mengedukasi keluarga tentang pentingnya menjaga kelestarian lingkungan hidup, seperti pengelolaan sampah dan pelestarian sumber daya alam.

10. Perencanaan Sehat

Program ini memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada keluarga dalam perencanaan keluarga yang sehat dan bertanggung jawab.

Pemberdayaan PKK dalam Konteks Reformasi

Dalam era reformasi dan implementasi otonomi daerah, PKK tetap responsif terhadap perubahan yang terjadi. Melalui rakernaslub PKK yang diadakan pada tanggal 31 Oktober hingga 2 November 2000 di Bandung, PKK melakukan penyesuaian-penyesuaian yang disepakati dalam perumusan keputusan menteri dalam negeri dan otonomi daerah no. 53 tahun 2000. Hasil rakernaslub ini menjadi dasar bagi pedoman umum gerakan Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) saat ini.

Salah satu perubahan mendasar yang dilakukan adalah mengubah nama gerakan PKK dari "Pembinaan Kesejahteraan Keluarga" menjadi "Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga." Perubahan ini mencerminkan semangat PKK dalam mendorong partisipasi aktif wanita dan keluarga dalam pembangunan, serta memberdayakan mereka untuk meraih kesejahteraan secara mandiri.

Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) adalah organisasi kemasyarakatan yang berperan penting dalam mengaktifkan partisipasi wanita dalam pembangunan Indonesia. Melalui 10 Program Pokok, PKK memberikan fokus pada kebutuhan dasar keluarga, mulai dari nilai-nilai pancasila hingga perencanaan sehat dan kelestarian lingkungan hidup. Dalam konteks reformasi dan otonomi daerah, PKK terus beradaptasi dan berperan aktif dalam menghadapi perubahan untuk menjaga relevansi dan efektivitasnya. PKK berkomitmen untuk memberdayakan keluarga Indonesia agar dapat mencapai kesejahteraan dan berpartisipasi aktif dalam pembangunan negara.

Sumber:
https://www.setkab.go.id/pemberdayaan-kesejahteraan-keluarga-pkk/
https://www.pkk.go.id/sejarah-pkk

Posting Komentar untuk "Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK): Mengaktifkan Partisipasi Wanita dalam Pembangunan Indonesia"