Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI Melaporkan KPU RI ke DKPP Terkait Akses Sistem Informasi Pencalonan (Silon)

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI Melaporkan KPU RI ke DKPP Terkait Akses Sistem Informasi Pencalonan (Silon)

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI Melaporkan KPU RI ke DKPP Terkait Akses Sistem Informasi Pencalonan (Silon)
Edukasi DesaBadan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI Melaporkan KPU RI ke DKPP Terkait Akses Sistem Informasi Pencalonan (Silon) - Pemilu sebagai salah satu pilar demokrasi di Indonesia memerlukan penyelenggaraan yang adil, transparan, dan bebas dari unsur kecurangan. Dalam rangka memastikan pelaksanaan yang berkualitas, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) memiliki peran penting untuk mengawasi proses pemilu dan menjaga integritas penyelenggara pemilu. Namun, beberapa kendala terkait akses ke Sistem Informasi Pencalonan (Silon) telah mendorong Bawaslu untuk mengambil tindakan lebih lanjut.

Pada Selasa, 8 Agustus 2023, anggota Bawaslu RI, Totok Hariyono, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah mengajukan laporan kepada Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) terkait akses ke Silon. Laporan tersebut berkaitan dengan isu yang sudah menjadi keluhan berulang kali dari Bawaslu terhadap Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI. Laporan ini disampaikan pada Senin, 7 Agustus 2023, dan saat ini sedang dalam proses verifikasi administrasi oleh DKPP.

Anggota DKPP, Raka Sandi, mengonfirmasi penerimaan laporan dari Bawaslu dan menjelaskan bahwa mekanisme penanganan aduan yang masuk diatur oleh peraturan DKPP tentang pedoman beracara kode etik penyelenggara pemilu. Langkah pertama yang akan dilakukan adalah verifikasi administrasi terhadap laporan tersebut. Apabila syarat administrasi terpenuhi, proses selanjutnya akan melibatkan verifikasi materiil.

Dalam kasus ini, semua Komisioner KPU RI dilaporkan oleh Bawaslu terkait sulitnya akses ke Silon. Bawaslu sendiri telah mengeluarkan protes terhadap KPU terkait masalah ini. Ketua Bawaslu RI, Rahmat Bagja, pernah menyatakan bahwa Bawaslu telah berulang kali mengirimkan surat kepada KPU RI untuk mengatasi kendala ini. Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi yang jujur antara lembaga penyelenggara demi menjaga integritas proses pemilu.

Sebagai respons atas keluhan Bawaslu, KPU RI mengirimkan surat balasan yang menyatakan kesiapan untuk membuka akses ke Silon jika terdapat informasi atau data yang perlu dikonfirmasi. Ketua KPU RI, Hasyim Asy'ari, menggarisbawahi bahwa apabila terdapat temuan atau laporan yang mengindikasikan pelanggaran, KPU bersedia untuk mengatasi masalah tersebut secara transparan.

Kasus ini menunjukkan pentingnya kolaborasi yang harmonis antara lembaga-lembaga penyelenggara pemilu untuk memastikan keberlangsungan demokrasi yang sehat dan akuntabel. Akses yang mudah dan transparan terhadap informasi terkait pencalonan merupakan langkah awal yang penting untuk menghindari keraguan publik dan menjaga integritas pemilu. Dengan DKPP turut mengawasi proses ini, diharapkan semua pihak dapat bekerja sama untuk memastikan pemilu yang adil dan transparan bagi seluruh rakyat Indonesia.

Posting Komentar untuk "Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI Melaporkan KPU RI ke DKPP Terkait Akses Sistem Informasi Pencalonan (Silon)"