Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Mengawal Dana Desa dengan Gerakan Kunjungan Rumah: Upaya Menteri PDTT Gus Halim untuk Tingkatkan Partisipasi Masyarakat

Mengawal Dana Desa dengan Gerakan Kunjungan Rumah: Upaya Menteri PDTT Gus Halim untuk Tingkatkan Partisipasi Masyarakat

Mengawal Dana Desa dengan Gerakan Kunjungan Rumah: Upaya Menteri PDTT Gus Halim untuk Tingkatkan Partisipasi Masyarakat

Edukasi Desa - Mengawal Dana Desa dengan Gerakan Kunjungan Rumah: Upaya Menteri PDTT Gus Halim untuk Tingkatkan Partisipasi Masyarakat - Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar, atau yang akrab disapa Gus Halim, telah mengambil inisiatif penting dalam upaya memitigasi penyalahgunaan anggaran dan korupsi di tingkat desa. Gus Halim mendorong para pendamping desa untuk memimpin gerakan kunjungan rumah ke rumah-rumah warga, dengan tujuan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam mengawasi penggunaan Dana Desa.

Seiring dengan peningkatan alokasi Dana Desa, diperlukan tindakan antisipatif untuk mencegah penyalahgunaan dana yang mungkin terjadi. Semakin banyak dana yang dialokasikan, semakin kompleks pula tantangan yang dihadapi, dan inilah alasan mengapa peningkatan kapasitas pendamping desa dan partisipasi aktif masyarakat menjadi sangat penting. Gus Halim berpendapat bahwa semakin tinggi partisipasi masyarakat, semakin rendah tingkat korupsi yang terjadi di desa. Salah satu akar penyebab korupsi di tingkat desa adalah rendahnya partisipasi masyarakat, yang bisa membuat kepala desa merasa bahwa tindakan mereka tidak diawasi secara ketat.

Dalam pembukaan kegiatan Training of Trainer (ToT) peningkatan kapasitas pendamping profesional (TPP) - Program Penguatan Pemerintahan dan Pembangunan Desa (P3PD) metode tatap muka regional III, yang diadakan di Jakarta pada tanggal 14 Agustus 2023, Gus Halim menjelaskan pandangannya. Menurutnya, meningkatkan kapasitas pendamping desa adalah langkah penting dalam mendorong partisipasi masyarakat dalam proses pembangunan desa. Dengan partisipasi yang lebih tinggi, peluang bagi kepala desa untuk menyalahgunakan dana desa atau anggaran lainnya akan semakin kecil.

Data yang dikumpulkan oleh Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) menunjukkan bahwa kasus korupsi di tingkat desa masih menjadi isu serius. Pada tahun 2019, terdapat 45 kepala desa yang terlibat dalam kasus korupsi. Angka ini meningkat menjadi 132 pada tahun 2020, 159 pada tahun 2021, dan 174 pada tahun 2022. Oleh karena itu, langkah-langkah yang konkret diperlukan untuk mengurangi angka tersebut.

Gus Halim percaya bahwa kunci dalam mengatasi masalah ini adalah melalui peningkatan partisipasi masyarakat dalam proses pembangunan desa. Ia ingin melihat suatu gerakan kunjungan rumah dari para pendamping desa ke rumah-rumah warga. Melalui kunjungan ini, para pendamping desa akan menyampaikan informasi tentang pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa secara langsung kepada warga. Hal ini mencakup penjelasan mengenai perencanaan, penggunaan dana desa, hak partisipasi warga, dan lainnya.

Target utama dari gerakan kunjungan rumah ini adalah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya ikut serta dalam pembangunan desa. Dengan pengetahuan yang lebih baik tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) serta dana desa, diharapkan warga akan lebih peduli dan berpartisipasi aktif dalam proses perencanaan dan pelaksanaan pembangunan desa. Gus Halim optimis bahwa dengan partisipasi masyarakat yang lebih tinggi, angka korupsi di tingkat desa dapat berkurang secara signifikan.

Pada kegiatan peningkatan kapasitas pendamping desa ini, Gus Halim didampingi oleh Kepala BPSDM Luthfiyah Nurlaela dan Kepala BPI Ivanovich Agusta. Peserta kegiatan berasal dari regional III, yang meliputi provinsi Jawa Tengah, Bali, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, dan Maluku.

Dengan upaya dan inisiatif seperti ini, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Abdul Halim Iskandar memperlihatkan komitmen untuk membangun tata kelola yang lebih baik di tingkat desa. Dengan melibatkan masyarakat secara aktif dan memberikan pengetahuan yang cukup, diharapkan korupsi dapat ditekan dan pembangunan desa dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan. Gerakan kunjungan rumah ini menjadi salah satu langkah nyata menuju perubahan positif dalam pembangunan desa di Indonesia.

Posting Komentar untuk "Mengawal Dana Desa dengan Gerakan Kunjungan Rumah: Upaya Menteri PDTT Gus Halim untuk Tingkatkan Partisipasi Masyarakat"