Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Objek Wisata Mandala Buleud: Wisata Budaya yang Memikat Hati dengan Sejarah dan Keindahan

Objek Wisata Mandala Buleud: Wisata Budaya yang Memikat Hati dengan Sejarah dan Keindahan

Objek Wisata Mandala Buleud: Wisata Budaya yang Memikat Hati dengan Sejarah dan Keindahan

Edukasi Desa - Objek Wisata Mandala Buleud: Wisata Budaya yang Memikat Hati dengan Sejarah dan Keindahan - Indonesia adalah dengan tanah yang kaya akan budaya dan sejarah, selalu memiliki tempat-tempat unik yang mengundang penasaran para pelancong. Salah satu destinasi yang menggabungkan unsur budaya, sejarah, dan alam adalah Mandala Buleud. Tempat wisata ini mulai dirintis pada tahun 2014 dengan tujuan utama sebagai tempat niis (bersantai), acara kumpulan komunitas, dan kegiatan adat untuk melestarikan warisan leluhur. Tidak hanya sebagai objek wisata, Mandala Buleud juga berfungsi sebagai wadah untuk mempertahankan identitas budaya masyarakat setempat.

Berlokasi di Desa Sukamulih, Kecamatan Sariwangi, Kabupaten Tasikmalaya, Mandala Buleud memiliki makna yang mendalam dalam namanya. "Mandala" dalam bahasa Sunda berarti "sebagai tempat berkumpul," sementara "buleud" mengacu pada "membulatkan tekad dan niat karena Allah Swt." Selain itu, "buleud" juga merujuk pada bentuk bulat yang menyerupai alat musik tradisional seperti "gong," yang merupakan simbol harmoni dan persatuan.

Proyek ini diinisiasi oleh dua komunitas lokal, yaitu Margaluyu 151 (komunitas adat) dan Jarambah (komunitas pecinta alam). Sejak awal, Mandala Buleud dikembangkan tanpa campur tangan pihak eksternal, sehingga dedikasi dan semangat dari anggota komunitas ini tercermin dalam setiap aspek pembangunannya.

Salah satu hal menarik tentang Mandala Buleud adalah pendekatan berkelanjutan dalam pengelolaan. Bangunan-bangunan di lokasi wisata ini terbuat dari kayu dengan desain yang mempertahankan ciri khas rumah-rumah zaman dahulu. Konsep ini senada dengan petunjuk dari leluhur, yang melarang penggunaan bahan semen untuk membangun tembok di beberapa lokasi tertentu. Sebagai gantinya, bangunan-bangunan tersebut didirikan dengan bahan alami murni hasil dari alam sekitar.

Setiap bangunan di Mandala Buleud memiliki makna dan tujuan tersendiri, yang diturunkan dari perintah leluhur. Fasilitas yang tersedia juga beragam, mulai dari bale bentang untuk bersantai, dua kolam renang untuk anak-anak dan dewasa, museum yang memamerkan artefak-artefak batu peninggalan zaman kerajaan setempat, hingga berbagai spot foto menarik seperti taman bunga dan taman buleud yang berbentuk gong.

Museum di Mandala Buleud menghadirkan sisi sejarah yang mungkin belum banyak diketahui. Meskipun tidak diarahkan oleh pengelola, orang-orang yang ingin mengetahui lebih dalam dapat bertanya dan mencari informasi sendiri. Tarif tiket untuk masuk ke Mandala Buleud sendiri tidak ditentukan nominalnya, pengunjung cukup memberikan sumbangan seikhlasnya sebagai dukungan.

Bagi mereka yang tertarik untuk berkemah (camping) di tempat ini, pengelola mendorong untuk berkomunikasi langsung agar dapat menyesuaikan fasilitas dan biaya sesuai kebutuhan. Akses menuju Mandala Buleud dapat diakses melalui Google Maps, meskipun perjalanan menuju lokasi bisa menantang dengan beberapa jalan yang memacu adrenalin. Namun, rasa cemas ini akan tergantikan dengan pemandangan indah dan udara yang sejuk begitu tiba di tempat wisata ini.

Mandala Buleud adalah contoh nyata bagaimana budaya, sejarah, dan alam dapat berpadu harmonis dalam sebuah destinasi wisata. Dengan dedikasi dari komunitas lokal, tempat ini tidak hanya menjadi objek wisata semata, tetapi juga menjadi sarana penting dalam melestarikan identitas budaya dan mengedukasi pengunjung tentang warisan leluhur.


Posting Komentar untuk "Objek Wisata Mandala Buleud: Wisata Budaya yang Memikat Hati dengan Sejarah dan Keindahan"