Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Vaksin RV3/Rotavirus: Melindungi Si Kecil dari Gangguan Usus Berbahaya

Vaksin RV3/Rotavirus: Melindungi Si Kecil dari Gangguan Usus Berbahaya

Vaksin RV3/Rotavirus: Melindungi Si Kecil dari Gangguan Usus Berbahaya

Edukasi Desa - Vaksin RV3/Rotavirus: Melindungi Si Kecil dari Gangguan Usus Berbahaya - Vaksin merupakan salah satu hal yang wajib diberikan kepada Si Kecil agar dapat terlindungi dari beberapa penyakit berbahaya. Pemberian vaksin dilakukan karena pertahanan tubuh anak-anak masih terbilang lemah untuk melawan bakteri dan virus yang dapat menyebabkan gangguan. Maka dari itu, selalu pastikan anak ibu mendapatkan semua vaksin anak yang wajib diberikan.

Salah satu vaksin yang sangat berguna untuk menjaga kesehatan Si Kecil adalah vaksin rotavirus. Virus ini dapat menyebabkan bayi dan anak-anak mengalami dehidrasi berat karena diare akut. Dampak paling buruknya adalah kematian. Maka dari itu, ibu harus tahu segala hal tentang vaksin anak ini dan manfaat dari vaksin rotavirus yang diberikan.

Manfaat dari Pemberian Vaksin Rotavirus

Anak-anak sangat rentan untuk terkena virus rotavirus, yang dapat menyebabkan infeksi pada usus dan menimbulkan beberapa gejala seperti diare yang parah, demam, muntah, hingga sakit perut. Jika dehidrasi parah sudah terjadi, perawatan harus segera dilakukan karena sudah termasuk keadaan yang gawat.

Ibu juga dianjurkan untuk melakukan pertolongan pertama seperti memberikan banyak cairan kepada anak untuk merehidrasinya. Kemudian, berikan obat-obatan untuk menghentikan diare dan memantau kondisi anak. Dengan cara tersebut, ibu dapat menjaga agar tubuhnya masih mempunyai kekuatan untuk bertahan sebelum mendapat pertolongan dari dokter.

Rotavirus adalah virus yang sangat menular dan mudah untuk menyebar hanya dengan kontak fisik terhadap orang yang terinfeksi. Virus ini juga terdapat dalam tinja pengidapnya dan dapat bertahan lama di permukaan benda yang sudah terkontaminasi, termasuk tangan seseorang. Penyebaran infeksi rotavirus paling sering terjadi di rumah sakit dan tempat penitipan anak-anak, sebab virus dapat dengan mudah ditularkan dari satu anak ke anak lainnya.

Cara virus ini menyebar adalah jika petugas penitipan anak tersebut mengganti popok anak yang mengidap tanpa mencuci tangan sesudahnya. Maka dari itu, penting bagi orangtua atau penjaga anak-anak untuk selalu mencuci tangan sebelum dan sesudah mengganti popok untuk mencegah penyebaran virus ini.

Menjaga kebersihan dan sanitasi yang baik belum tentu dapat mencegah penyebaran rotavirus secara efektif. Maka dari itu, sangat penting untuk mengetahui manfaat dari vaksin rotavirus agar anak tidak mudah terserang virus ini. Hal tersebut karena pencegahan yang paling efektif adalah dengan melakukan imunisasi.
Setiap bayi yang telah menerima vaksin rotavirus kemungkinannya kecil untuk mengalami diare parah jika terserang. Selain itu, manfaat vaksin rotavirus lainnya adalah dapat melindungi anak-anak dari penyakit gastroenteritis, yaitu radang pada lambung dan usus. Gejala dari penyakit tersebut, antara lain diare akut, muntah, demam, sakit perut, dan menurunnya nafsu makan.

Usia dan Dosis yang Tepat untuk Pemberian Vaksin Rotavirus

Setelah ibu mengetahui manfaat dari vaksin rotavirus, maka hal lainnya yang harus diketahui adalah usia yang tepat untuk menerima imunisasi ini dan dosis yang tepat. Jika pemberian vaksin ini dilakukan tepat waktu, pencegahannya akan lebih maksimal.

Terdapat dua jenis vaksin rotavirus yang ditawarkan di Indonesia saat ini, yaitu:
  1. Vaksin yang diberikan saat anak berusia dua bulan, empat bulan, dan enam bulan.
  2. Vaksin yang diberikan saat anak berusia dua bulan dan empat bulan saja.
Ibu juga perlu tahu apabila vaksin rotavirus berbeda dari vaksin pada umumnya. Vaksin rotavirus diberikan dengan cara diteteskan ke dalam mulut anak atau secara oral, bukan dengan cara disuntik.

Bila Si Kecil belum mendapatkan vaksin dosis pertama saat dia berusia 15 minggu, coba bicarakan kepada dokter jika anak ibu bisa mendapatkan vaksin susulan. Pasalnya, vaksin rotavirus tidak bermanfaat bila baru diberikan ketika usia anak sudah lebih dari 8 bulan. Dampak buruknya, jika vaksin ini diberikan ketika anak di usia tersebut, hanya efek samping yang buruk seperti demam dan alergi saja yang terjadi.
Berikut beberapa kondisi anak yang sebaiknya tidak menerima vaksin rotavirus:
  1. Bayi dengan usia kurang dari 6 minggu.
  2. Bayi dengan usia 8 bulan atau lebih.
  3. Bayi mengalami reaksi alergi terhadap vaksin rotavirus sebelumnya.
  4. Bayi terserang gangguan sistem imun dan penyakit pencernaan.
  5. Bayi pernah mengidap intususepsi, yaitu gangguan usus yang menyebabkan sebagian usus terlipat dan menyusup ke segmen usus lain.
  6. Bayi mengidap severe combined immunodeficiency (SCID), yang merupakan penyakit keturunan yang langka, tetapi dapat mengancam nyawa.
  7. Bayi memiliki cacat lahir, seperti spina bifida atau bladder exstrophy.
Dengan memberikan vaksin rotavirus kepada Si Kecil pada usia dan dosis yang tepat, ibu dapat melindungi anak dari bahaya infeksi rotavirus dan penyakit gastroenteritis yang berbahaya. Melalui imunisasi yang tepat, Si Kecil dapat tumbuh dengan lebih sehat dan terlindungi dari ancaman penyakit yang mengancam kesehatannya. Jaga kesehatan Si Kecil, jaga masa depannya.

Posting Komentar untuk "Vaksin RV3/Rotavirus: Melindungi Si Kecil dari Gangguan Usus Berbahaya"